Fakultas Ushuluddin dan Adab sukses melaksanakan Program International Mobility ke Republik Arab Mesir pada 28 Juli hingga 22 Agustus 2024. Program ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), di antaranya Eef Saefullah, Siti Munawaroh, Aas Safintunnajiah, dan M. Ikhsan Ramadhan.
Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan global mahasiswa, memperkuat jejaring akademik, serta memberikan pengalaman langsung terkait situs-situs penting dalam sejarah dan peradaban Islam. Selain itu Mesir terkenal akan peninggalan sejarahnya yang masih lestari hingga kini, seperti Pyramid, makam Fir’aun, benteng benteng peninggalan Kesultanan Kesultanan yang pernah menguasai Mesir dan lain lain.
Selama hampir satu bulan berada di Mesir, para peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik, keilmuan, dan eksplorasi sejarah yang menjadi bagian integral dari program internasional ini. Diantaranya Kunjungan ke Piramida dan Situs Peradaban Kuno.
Salah satu agenda utama adalah kunjungan ke Kompleks Piramida Giza, tempat di mana mahasiswa mempelajari sejarah peradaban Mesir Kuno, struktur piramida, hingga peran Firaun dalam pemerintahan kuno. Selain itu, mahasiswa juga mengunjungi Museum Mesir (Egyptian Museum) untuk melihat secara langsung koleksi mumi dan ribuan artefak peninggalan Firaun.
Kunjungan ini membuka wawasan mahasiswa mengenai hubungan antara sejarah peradaban Mesir dan perkembangan budaya global.
Para mahasiswa juga melakukan ziarah ilmiah ke beberapa makam ulama yang menjadi pusat sejarah perkembangan ilmu Islam di Mesir, seperti makan Imam Syafi’i, makam Imam Al Layts, makam Sayyidin Husan, makam Ibnu Hajar Al Asqolani dan beberap makam ulama besar lainnya.
Ziarah ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga menjadi sarana mengenal lebih dekat kontribusi ulama terhadap perkembangan hukum, tafsir, dan tradisi keilmuan Islam.
Selama berada di Kairo, mahasiswa berkesempatan mengikuti talaqqi, halaqah, dan kajian intensif di beberapa pusat ilmu, termasuk Masjid Al-Azhar. Mereka belajar langsung kepada para syaikh mengenai Tafsir, Hadits dan Fiqih.
Kegiatan ini memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga, karena mahasiswa dapat merasakan langsung tradisi keilmuan yang telah berlangsung selama berabad-abad di Mesir.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperluas pengetahuan akademik, tetapi juga memperkaya pengalaman budaya serta memperkuat kemampuan berpikir kritis melalui interaksi dengan lingkungan baru.
Dengan terselenggaranya program ini, Fakultas Ushuluddin dan Adab berharap dapat terus mengembangkan kegiatan internasional yang memberi dampak positif terhadap perkembangan akademik dan karakter mahasiswa.



